Hubungan Asupan Gizi Anak dengan Kognitifnya




Perkembangan otak menjadi tidak sempurna sehingga menyebabkan kognitif, perkembangan IQ terhambat, dan kemampuan belajar terganggu yang selanjutnya berpengaruh pada prestasi belajarsiswa. Kekurangan gizi pada masa lalu akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak terutama jika ini terjadi saat golden periode pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya ketidak mampuan otak untuk berfungsi normal. Keadaan yang lebih kronis dari kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan terganggu (stunting), badan lebih kecil, jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidak matangan serta ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini akan berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan kognitif anak.

Pentingnya Gizi pada Anak

Agar pertumbuhan dan perkembangan dapat bekerja maksimal, diperlukan gizi. Asupan gizi berperan penting dalam tercapainya pertumbuhan dan perkembangan optimal tubuh dan otak yang dapat menentukan kecerdasan individu. Rendahnya asupan gizi pada anak membawa dampak negatif. Kekurangan gizi kronis berhubungan erat dengan pencapaian akademik murid di sekolah yang semakin rendah. Masalah gizi seperti tersebut disebabkan salah satunya oleh rendahnya asupan zat gizi baik pada masa kecil dan pada masa sekarang.

      Kondisi yang terjadi saat ini , manusia mengkonsumsi makanan berdasarkan penampilan atau rasa dari makanan itu sendiri tanpa memperhatikan aspek gizinya. Apalagi dalam kondisi lapar. Lapar merupakan suatu reaksi yang dialami tubuh sebagai alarm bahwa tubuh membutuhkan makanan. Orang yang merasa lapar biasanya merasa lemas, hilangnya konsentrasi dan fokus, dan lebih mudah marah. Sehingga biasanya mereka mengkonsumsi makanan tanpa berfikir panjang.

Pada era saat ini banyak makanan yang menggugah selera nafsu makan serta rasa yang menggiurkan. Padahal bahan yang terkandung dalam makanan tersebut belum tentu baik. Misalnya makanan tersebut mengandung MSG, lemak jahat, atau zat pewarna yang berbahaya. Hal tersebut dirasakan untuk kenikmatan sesaat saja dan mungkin akan berefek dalam jangka waktu yang panjang.

      Fase usia sekolah membutuhkan asupan makanan yang bergizi untuk menunjang masa pertumbuhan dan perkembangannya. Tak hanya untuk kebutuhan energi, asupan makanan yang bergizi juga mempengaruhi perkembangan otak. Apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme otak. Keadaan yang lebih berat dan kronis, pertumbuhan badan akan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil.

      Anak yang kurang gizi mudah mengantuk dan kurang bergairah yang dapat mengganggu proses belajar di sekolah dan menurun prestasi belajarnya. Daya pikir anak juga berkurang karena pertumbuhan otak tidak optimal. Oleh karena status gizi merupakan faktor yang berpengaruh terhadap prestasi seseorang.

penulis:bayu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi