Postingan

Benarkah Sate Kambing Bisa Menyebabkan Hipertensi? Mitos atau Fakta?

Gambar
Benarkah Sate Kambing Bisa Menyebabkan Hipertensi? Mitos atau Fakta? Oleh: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo,S.Gz Sate kambing sering menjadi makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama saat acara keluarga, hari raya, atau malam hari. Namun, tidak sedikit orang yang percaya bahwa makan sate kambing dapat langsung menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Lalu, benarkah sate kambing menjadi penyebab hipertensi? Ataukah hanya mitos? Mari kita bahas dari sudut pandang ilmu gizi. Apakah Daging Kambing Langsung Menyebabkan Hipertensi? Jawabannya: tidak secara langsung. Daging kambing bukan penyebab utama hipertensi. Namun, cara pengolahan, jumlah konsumsi, serta kondisi kesehatan seseorang dapat memengaruhi risiko peningkatan tekanan darah. Banyak orang menganggap setelah makan sate kambing tekanan darah langsung naik. Padahal, peningkatan tekanan darah biasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: Konsumsi garam berlebihan Makanan tinggi lemak jenuh Obesitas Kurang aktivita...

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil: Yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Gambar
  Kebutuhan Gizi Ibu Hamil: Nutrisi Penting untuk Kesehatan Ibu dan Tumbuh Kembang Janin Oleh:Yohanes Wisnu Bayu Prayogo,S.Gz Kehamilan merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap status gizi ibu. Selama masa kehamilan, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang meningkatkan kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan janin, pembentukan organ, serta menjaga kesehatan ibu. Pemenuhan gizi yang optimal selama kehamilan berperan penting dalam mencegah anemia, Kurang Energi Kronis (KEK), bayi berat lahir rendah (BBLR), prematuritas, hingga risiko stunting pada anak. Pentingnya Pemenuhan Gizi Selama Kehamilan Kebutuhan zat gizi ibu hamil meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Nutrisi yang cukup dan seimbang membantu: Mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin Membantu pembentukan organ dan otak janin Menjaga daya tahan tubuh ibu Menurunkan risiko komplikasi kehamilan Mempersiapkan tubuh ibu untuk persalinan dan meny...

PCOS Kini Menjadi PMOS: Mengapa Pola Makan dan Peran Ahli Gizi Sangat Penting?

Gambar
PCOS Kini Menjadi PMOS: Bukan Sekadar Gangguan Hormonal, tetapi Juga Masalah Metabolik   Mengapa Peran Ahli Gizi Sangat Penting dalam Pemulihan PMOS? Oleh: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo, S.Gz(Nutrisionis) Mengenal PMOS: Penyakit yang Sering Dialami Wanita tetapi Masih Banyak Disalahpahami Banyak wanita merasa bingung ketika mengalami haid tidak teratur, berat badan mudah naik, jerawat tidak kunjung membaik, atau sulit menurunkan berat badan meskipun sudah menjaga makan. Tidak sedikit juga yang baru mengetahui dirinya mengalami gangguan hormonal saat sedang merencanakan kehamilan. Selama ini kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome . Namun, perkembangan penelitian kesehatan menunjukkan bahwa kondisi ini sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan ovarium atau kesuburan saja. Kini para ahli mulai memperkenalkan istilah PMOS ( Poly Metabolic Ovary Syndrome ) karena gangguan ini ternyata sangat berkaitan dengan metabolisme tubuh. Artinya, PMOS bukan ha...

Asupan Gizi yang Tepat untuk Mengatasi Kombinasi Febris (Demam) dan Gastritis (Sakit Lambung)

Gambar
  Saat seseorang didiagnosis mengalami Febris (demam) sekaligus Gastritis (peradangan lambung), tubuh sebenarnya sedang mengalami "beban ganda". Demam menandakan adanya perlawanan terhadap infeksi, sementara gastritis berarti saluran pencernaan sedang terluka. Dalam kondisi ini, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan bagian dari proses penyembuhan. 1. Mengapa Kombinasi Ini Perlu Perhatian Khusus? Ketika tubuh demam, suhu yang tinggi mempercepat pembakaran kalori, sehingga pasien butuh energi. Namun, karena lambungnya sedang meradang, pasien tidak bisa sembarangan makan. Jika salah pilih menu, perut akan terasa semakin panas, mual meningkat, dan demam pun akan lebih sulit turun karena tubuh stres. 2. Bedah Menu: Apa yang Terjadi di Dalam Perut? Mari kita bahas mengapa pilihan menu sangat menentukan kecepatan sembuh: Pentingnya Makanan Lunak (Nasi Putih/Bubur): Lambung yang sedang meradang ibarat kulit yang sedang lecet. Nasi putih atau nasi tim memberikan energi tanpa...
Gambar
  Waspadai Gejala dan Pentingnya Diet Tepat pada TIA Ditulis oleh: Bayu Ahli Gizi Pendahuluan TIA( Transient Ischemic Attack)  terjadi akibat hambatan sementara aliran darah ke otak—serupa dengan stroke tetapi bersifat sementara. Meski gejalanya mereda, TIA sejatinya adalah “alarm” bahwa pembuluh darah otak dan sistem sirkulasi sudah mulai terancam. Dari sudut gizi klinik, TIA erat kaitannya dengan pola makan yang memicu: tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi (termasuk LDL & trigliserida), resistensi insulin, dan gangguan pembuluh darah kecil. Mengetahui dan melakukan modifikasi diet menjadi unsur penting untuk pencegahan sekunder (setelah TIA) dan pencegahan primer (agar tidak terjadi pertama kali). Gejala TIA yang Harus Diwaspadai Beberapa gejala khas TIA: Wajah terasa mencong atau sulit tersenyum ke satu sisi. Kelemahan mendadak atau baal pada satu sisi tubuh (tangan atau kaki) yang berlangsung singkat. Bicara pelo, cadel, atau kesulitan memahami pem...

SUSU UHT TIDAK UNTUK BADUTA

Gambar
Susu UHT untuk Anak di Bawah 2 Tahun: Praktis, Tapi Apakah Aman? Oleh: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo, S.Gz Pemberian susu sering kali menjadi hal yang disalahpahami oleh orang tua. Banyak yang beranggapan bahwa susu UHT ( Ultra High Temperature ) dapat menjadi pengganti ASI atau susu formula pada anak usia di bawah dua tahun (baduta). Padahal, dari kacamata gizi klinis, susu UHT memiliki profil gizi yang sangat berbeda dengan kebutuhan bayi di masa emas pertumbuhannya. Mengapa Baduta Tidak Dianjurkan Minum Susu UHT sebagai Pengganti Utama? 1. Beban Ginjal yang Berat (High Renal Solute Load) Susu UHT didesain untuk pencernaan anak besar dan orang dewasa. Kandungan protein dan mineral (seperti natrium) di dalamnya jauh lebih tinggi daripada ASI. Ginjal anak di bawah 2 tahun belum matang sempurna untuk menyaring beban tersebut. Konsumsi berlebihan berisiko menyebabkan dehidrasi hingga gangguan fungsi ginjal jangka panjang. 2. Musuh Penyerapan Zat Besi (Risiko Anemia) Ini adalah poin kritis...

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Gambar
Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG (Makanan Bergizi Gratis) Perkenalkan saya Bayu , seorang ahli gizi di puskesmas yang sehari-hari mendampingi masyarakat dalam upaya perbaikan gizi, khususnya pada ibu dan anak. Melalui tulisan ini, saya ingin berbagi sudut pandang terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG) , sebuah langkah pemerintah yang diharapkan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, serta memperbaiki kesehatan masyarakat secara umum, Saya sangat mendukung program dari Pak Prabwo selaku Presiden kami. Sebagai tenaga gizi yang terjun langsung di lapangan, saya melihat bahwa keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bergizi , tetapi juga bagaimana makanan tersebut diolah, disimpan, dan disajikan dengan aman agar benar-benar bermanfaat bagi penerima. Pentingnya HACCP dalam MBG Dalam penyelenggaraan makanan massal, penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) sangat diperlukan. HACCP membantu mengidentif...

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Gambar
  Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal? oleh :Mr.bay_Nutrisionis Sebagian orang merasa heran ketika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar trigliserida yang tinggi, padahal kadar gula darah, kolesterol, dan asam uratnya masih dalam batas normal. Lalu, mengapa kondisi ini bisa terjadi? Mari kita bahas dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Apa Itu Trigliserida? Trigliserida adalah sejenis lemak yang beredar dalam darah. Setelah makan, kelebihan kalori dari makanan — terutama dari karbohidrat dan gula — akan diubah tubuh menjadi trigliserida sebagai cadangan energi. Sebagian besar trigliserida disimpan di jaringan lemak, dan sebagian lainnya beredar di dalam darah. Kadar trigliserida normal biasanya kurang dari 150 mg/dL. Jika melebihi angka tersebut, apalagi sampai 200 mg/dL ke atas, maka sudah termasuk tinggi dan perlu diwaspadai. Kenapa Bisa Tinggi Meski Gula Darah dan Kolesterol Normal? Banyak orang mengira...