semua tentang WARTAWAN




    Semua Tentang Wartawan
Halo, perkenalkan nama saya adalah Yohanes Wisnu Bayu Prayogo nama panggilan bayu, saya adalah seorang wartawan saya bekerja menjadi wartawan sudah lebih 3 tahun. Dulu saya tidak terpikirkan untuk menjadi seorang wartawan, saya menjadi seorang wartawan karena saya sangat kagum dengan ayah saya,beliau juga seorang wartawan yang sangat tangguh,tegas,dan bertangung jawab, di sisi lain saya sejak kelas 1 SD sangat suka menulis, ya hanya sekedar membuat cerita dan seiring berjalannya waktu, pada saat itu saya berumur 19 tahun dan saya putuskan untuk menjadi wartawan sama seperti ayah saya. Setelah saya mendaftar kerja di salah satu media Investigasi surat kabar, dan online, akhirnya saya di terima kerja dan lolos dari seleksi. Pada hari pertama saya menjadi seorang wartawan  saya mengikuti  ayah saya, dan melihat bagai mana menjadi seorang wartawan. Saya di beritahu oleh bapak saya cara mencari informasi, cara liputan seorang wartawan yang sesungguhnya, dan selalu berfikir kritis dalam mengali suatu berita yang nyata dari sumbernya langsung, dan yang saya paling suka adalah saya di ajarkan bagai mana cara mengetahui kondisi bangunan yang sesuai RAB atau tidak sesuai RAB, tidak heran bapak saya sangat lihai dengan masalah proyek karena 10 tahun bapak saya bekerja di PPIP.
  Bekerja di lingkup jurnalistik  itu sangat menyenangkan, ya walapun tidak semuanya itu menyenangkan, terkadang ada saat senang dan ada saatnya sedih. Menjadi wartawan itu adalah pekerjaan yang sangat mulia menurut saya, ya walapun itu tergantung individu masing-masing. Kenapa saya mengatakan pekerjaan wartawan mulia, karena wartawan itu adalah suara rakyat. Menjadi seorang wartawan tanggung jawabnya sangat besar, seorang wartawan harus bisa bertanggung jawab atas berita yang di tulisnya supaya tidak menimbulkan berita palsu (HOAX). Selain itu menjadi seorang wartawan itu sangat menyenangkan karena, saya bisa bertemu dengan pejabat-pejabat seperti Muspida, Sekda, para Kabag, Ketua DPRD dan anggotanya, Kapolsek, Kapolres, Kepala kejaksaan, kepala Pengadilan, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan. Tidak hanya itu menjadi seorang wartawan itu juga bebas dari tilang, singkat cerita saya sering berurusan dengan polantas bukan berarti saya melanggar rambulalu lintas, saya orangnya sangat tertib dengan rambu lalu lintas,ya pas apes saja bila pergi tidak bawa SIM dan STNK kebetulan ada razia, dan saya harus kena tilang dan di saat saya membuka dompet dan anggota polantas itu melihat kartu pers saya, saya langsung di suruh jalan terus, ya tetapi demi patuh terhadap undang-undang saya minta untuk di tilang saja karena saya sudah melanggar hukum.
 (Konon) menjadi seorang wartawan itu geratis kemana-mana. Nah kalau yang ini selama saya menjadi seorang wartawan saya belum sepenuhnya merasakan geratis, ya paling keluar masuk tempat wisata atau tempat hiburan,dan singkat cerita pas saya pulang dari yogyakarta ke kampung halaman saya, saya naik bus jurusan solo. Saat itu bus yang saya tumpangi itu ugal-ugalan  pokoknya ngawur, dan pada saat itu kartu pers saya sengaja saya kaitkan di saku baju saya, dan pada saat penumpang lain di tarik untuk bayar sayapun tidak, dan pada saat itu saya bertanya kepada kenek bus,”Mas kenapa saya tidak di tarik untuk bayar” dengan sepontan kenek bus menjawab “ Kata sopir bus wartawan yang duduk di belakang gak usah di tarik bayar nanti malah di masukin berita karena kita ugal-ugalan”,tetapi saya menjawab”Mas,bilang ke sopir mu aku tetap bayar gak usah takut, aku tidak akan meliput yang penting tetep fokus kalau membawa banyak penumpang. Paling menyenangkan lagi adalah di undang untuk menghadiri acara penting dan makan-makan bersama pejabat, selama saya menjadi wartawan saya sering di undang makan oleh pejabat-pejabat yang saya kenal dan pejabat yang mengenal saya, ya pokoknya tetap solid. Dan yang paling membuat aku jatuh cinta dengan pekerjaan ku menjadi seorang wartawan itu karena secara resmi di lindungi oleh undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang PERS, untuk kalian yang belum tau UU PERS ini di sahkan kapan ,UU PERS ini di sahkan pada 23 september 1999 oleh presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dan Sekertariat Negara Muladi. Dan isi dari undang-undang Pers, UU PERS ini berisi  10 bab dan 21 pasal. Jadi seorang wartawan itu bebas untuk mencari berita kemana saja dan tidak ada yang melarang kecuali rapat tertutup atau agenda tertentu.
        Tetapi menjadi seorang wartawan itu juga tidak enak, kenapa tidak enak karena terkadang seorang wartawan yang meliput atau membuat berita tentang korupsi yang belum di ketahui oleh masyarakat, wartawan tersebut pasti akan di ancam, sampai-sampai ada juga yang di bunuh, terkadang juga menjadi seorang wartawan tidak enak karena terkadang orang awam memandang wartawan itu adalah preman para orang berdasi, singkat cerita dulu saya pernah di tanya sama tetangga,”Mas jadi wartawan kui enak ya, ngalor ngidul di beri sangu sama orang-orang gede(Pejabat), banyak duit ya mas jadi wartawan itu” dan saya menjawab “eh mas, hidup itu sawang sinawang saya dapat uang itu karena saya di undang untuk meliput berita, kalau saya tidak liputan ya tidak dapat uang”.
Tetapi akhir-akhir ini nama wartawan  menjadi jelek, dikarena banyak yang pura-pura mengaku wartawan dan membuat ulah yang tidak menyenangkan, padahal menjadi wartawan itu tidak mudah, menjadi wartawan itu juga penuh tanggung jawab, dan juga ada seleksi juga seperti karyawan pada umumnya. Semoga orang-orang yang mengakku-ngaku wartawan mendapatkan pencerahan.
Itulah gambaran seorang wartawan yang saya  alami sendiri, semoga teman-teman bisa jadi lebih tau tentang wartawan itu seperti apa.Sekian,terimakasih hanya itu yang saya tuliskan semoga bermanfaat untuk teman-temanku.
           Tetap tersenyum,bersyukur, atas apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita semua dan utamakan perdamaian. Bila ada kata-kata yang kurang pas dan kurang berkenan di hati teman-teman semua mohon untuk di maafkan dan di maklumi.

NB: Menerima kritik dan saran untuk kemajuan artikel yang saya buat ini.

Penulis: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo

Komentar

Unknown mengatakan…
Revisi kembali kata"nya banyak yang typo.
Anonim mengatakan…
wah bagus sekali tulisannya, kaya anak SD
Anonim mengatakan…
pasti penulis saat ini sedang kuliah manajemen program gizi ya?

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi