SUSU UHT TIDAK UNTUK BADUTA




Sudut Pandang Ahli Gizi

 Saya bayu saya ahligizi, di bawa ini saya akan memberikan opini saya sesuai dengan jurnal penelitian terkait pemberian susu UHT pada baduta apakah diperbolehkan ?

Pemberian susu menjadi hal yang sering disalahpahami oleh orang tua. Tidak sedikit orang tua yang beranggapan bahwa susu UHT (Ultra High Temperature) dapat menjadi pengganti ASI atau MP-ASI pada anak usia di bawah dua tahun (baduta). Padahal, menurut penelitian dan rekomendasi dari lembaga kesehatan, susu UHT tidak dianjurkan untuk diberikan pada anak usia <2 tahun.
1. Mengapa Baduta Tidak Boleh Minum UHT?

a. Kandungan Gizi yang Tidak Sesuai
Susu UHT diproduksi untuk konsumsi anak usia di atas dua tahun dan orang dewasa. Kandungan proteinnya relatif tinggi dan komposisi zat gizinya belum sesuai kebutuhan baduta. Hal ini dapat membebani fungsi ginjal yang belum matang.

b. Tinggi Protein & Beban Ginjal
Menurut Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition (2019), konsumsi susu sapi segar atau UHT pada bayi <2 tahun meningkatkan risiko renal solute load yang berlebihan, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan fungsi ginjal.

c. Rendah Zat Besi, Risiko Anemia
Susu sapi, termasuk UHT, rendah zat besi dan dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi pada anak usia dini. American Academy of Pediatrics (AAP, 2020) menyebutkan bahwa anak yang terlalu dini mengonsumsi susu sapi cenderung memiliki kadar hemoglobin rendah.

d. Kandungan Gula Tambahan
Sebagian produk susu cair kemasan memiliki tambahan gula. Pemberian berlebihan pada baduta dapat meningkatkan risiko obesitas dini dan kerusakan gigi.

2. Rekomendasi Lembaga Kesehatan

WHO & UNICEF (2021): Rekomendasi utama untuk anak <6 bulan adalah ASI eksklusif. Setelah 6 bulan, ASI tetap diberikan dengan pendampingan MP-ASI bergizi seimbang.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI, 2022): Tidak merekomendasikan susu UHT pada anak <2 tahun. Alternatif jika ASI tidak memungkinkan adalah susu formula sesuai usia, dengan pemantauan tenaga kesehatan.

3. Apa yang Sebaiknya Diberikan?

Usia 0–6 bulan: ASI eksklusif.
Usia 6–24 bulan: ASI tetap dilanjutkan, didampingi MP-ASI bergizi seimbang (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, dan lemak sehat).
Jika ASI tidak tersedia: Susu formula khusus usia <1 tahun atau 1–2 tahun, bukan susu UHT.

4. Pesan Ahli Gizi

Sebagai ahli gizi, saya menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan asupan gizi terbaik di masa emas pertumbuhan (1000 HPK). Memberikan susu UHT pada anak <2 tahun bukan hanya tidak bermanfaat, tetapi juga berpotensi merugikan kesehatan anak, terutama fungsi ginjal dan status zat besi.

Kesimpulan

Susu UHT bukanlah pilihan yang tepat bagi baduta. ASI dan MP-ASI bergizi seimbang tetap menjadi sumber gizi utama. Jika diperlukan, gunakan susu formula sesuai usia dengan konsultasi tenaga kesehatan. Ingatlah bahwa apa yang terlihat praktis belum tentu sesuai kebutuhan tubuh anak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi