Bayi bibir sumbing dan ibu menyusui


Hubungan bibir sumbing dengan ibu menyusui

Bayi yang menderita bibir sumbing pasti di pertanyakan kesehatannya,selain itu memberi minum ke anak yang terkena bibir sumbing tidaklah mudah.karena anak akan mengalami gangguan menghisap putting ibu dan menelan asi,sehingga anak akan lelah dan rewel. Jelas anak yang mengalami bibir sumbing akan mengalami kurang asupan gizi pada Asi. kekurangan ini dapat menyebabkan anak tersebut mengalami pertumbuhan yang kurang optimal seperti pertumbuhan berat badan yang kurang,dan gangguan menghisap dan menelan menyebabkan anak akan menghisap udara berlebih,sehingga perut anak akan kembung,dan muntah. Anak dengan bibir sumbing dan langit-langit sumbing akan menimbulkan regurgitas cairan ke hidung, aspirasi, batuk, dan bisa menyebabkan sesak nafas dan muntah. 



Bayi menghisap puting ibu merupakan proses menarik puting ibu ke dalam rongga mulut,dan menelan itu sama halnya dengan menstransfer dari daerah oroparing ke lambung,Bayi dengan bibir sumbing di katakana berhasil menghisap asi bila mendapatkan volume cairan tertentu.
Bayi atau anak yang menghisap susu formula dari botol sangat berbeda dengan mengisap asi langsung dengan mengisap asi langsung dari puting ibunya.Pada saat bayi mengisap asi,bayi alan menggunakan tekanan negative yang tercipta dalam rongga mulut untuk menstabilkan posisi putting susu ibu,dan secara otomatis lidah bayi akan menekan untuk memperoleh asi ibu. Padasaat  menggunakan susu formula dengan dot bayi, bayi akan cendrung menggunakan gusinya untuk membuat tekanan supaya susu dari botol itu keluar,dengan begitu langit langit dan lidah hanya lunak sedikit ,perbedaan ini lah yang membuat bayi cendrung memilih salah satu cara yang di anggapnya menyenangkan dan lebih baik dari yang lainnya.Dan efek sampingnya bayi akan mengalammi gangguan bingung putting bila sering di berikan susu dalam dot dan tidak akan mau lagi menyusu lewat puting ibu.
Yang terjadi pada bayi bibir sumbing pada bibir dan langit-langit kondisi bayi yang terkena keduanya yaitu sumbing pada bibir dan langit-langit ini dapat menelan dengan normal,tetapi tidak mampu menghisap dengan baik karena ototnya dan komunikasi yang buruk antara hidung dan mulut ,keadaan ini membuat bayi di isolasi sehingga tekanan negative dalam rongga mulut tidak dapat di buat.
Untuk mempermudah ada acara lain yaitu menggunakan dot bayi  yang lunak dan lebar,sehingga dapat menutupi celahnya,di lain itu ada beberapa  bayi yang tunjukan tanda kalau dia punya masalah ada sebagai berikut:
Bayi akan merasakan ketidak nyamanan dan akhirnya menangis dengan kesan perut kembung kaena banyak menghisap udara.
Bayi akan menyusu terlalu cepat tetapi terlihat tidak efektif memasukan susu ke dalam mulut.Asia atau susu akan merembas melalui hidung sehingga bayi akan mengalami kesulitab menyesuaikan antara minum dan bernafas,dan di sisi laini bayi akan mengalami gangguan pernafasan karena paru paru terisi dengan cairan.Solusinya perhatikan betul aliran susu yang keluar dari dot jangan sampai susu mengalir terlalu bebas dan cepat ,aturlah posisi bayi tegak supaya tidak masuk ke hidung.
Waktu bayi minum lebih lama dan membutuhkan waktu sekitar empat puluh menit untuk kenyang.Solusinya anda harus menggunakan dot yang lubangnya di perlebar,gunakan botol yang dapat di peras,matau berilah minum dengan spuit sampai bayi merasakan kenyamannanya.



Referensi
Irmawati.2015.BAYI dan BALITA sehat.Yogyakarta:Elex Media Komputindo.
Moesijanti,s.2013.Gi\i Seimbang Dalam Daur Kehidupan.Jakarta:Gramedia pustaka utama

Komentar

Unknown mengatakan…
Terimakasih, blog anda membantu
Unknown mengatakan…
Sangat bagus.biar bayi dgn bibir sumbing tetap tercukupi kebutuhan gizinya sehingga perkembangan tdk terhambat u jadi generasi bangsa yg cerdas.
Mr.Bay Education mengatakan…
Thanks udah berkunjung ke blooger saya.

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi