ASUPAN GIZI DAN PENGATURAN MAKAN PADA TB


                                  





TB merupakan penyakit bakteri yang menyebar dari satu orang ke orang lain terutama melalui penularan melalui udara. Penyebabnya adalah Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis dapat menyerang organ mana pun di tubuh, organ yang paling sering terkena yaitu paru. Oleh karena itu, hanya tuberkulosis paru yang menular.

Bakteri/kuman TBC ditularkan melalui udara dari batuk, bersin, atau percikan dahak yang dikeluarkan saat berbicara dan terhirup oleh orang yang berada di dalam ruang yang sama dengan ventilasi yang buruk dalam waktu yang lama. Seseorang dapat terinfeksi tuberkulosis jika kontak erat dengan pasien TB waktu yang lama dan memiliki imunitas/daya tahan tubuh yang lemah. TBC tidak akan menular atau berpindah melalui kontak fisik ketika anda bersalaman atau berpegangan tangan dengan penderita, berbagi makanan atau minuman, menggunakan toilet yang sama dengan orang yang sakit TBC,memakai alat makan, alat tidur, dan sikat gigi yang sama dengan pengidap TBC.

Tanda gejala TB seperti, batuk berdahak selama 2 minggu atau lebih,  batuk dapat diikuti gejala tambahan yaitu dahak bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan turun,berat badan turun, malaise (pegal dan lelah),berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan fisik,demam meriang lebih dari satu bulan.

Zat Gizi pada Tuberkulosis

TB memperburuk kondisi malnutrisi yang sudah ada sebelumnya dan meningkatkan katabolisme.  Suplementasi makanan dianjurkan sampai pasien mencapai Indeks Massa Tubuh (IMT) 18,5 kg/m2.​5​. dimana dalam jangka pendek, malgizi meningkatkan risiko infeksi dan perkembangan awal infeksi untuk menghasilkan TB aktif. Dalam dalam jangka panjang, malnutrisi meningkatkan risiko pengaktifan kembali penyakit TB. Malnutrisi juga dapat menurunkan efektivitas rejimen obat anti-TB, yang harus dipakai pasien beberapa bulan. Kemanjuran vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG) juga bisa terganggu oleh malnutrisi.​


Energi

Kebutuhan energi dan zat gizi protein meningkat karena terjadi infeksi bakteri pada paru paru pada penyakit tuberkulosis. Rekomendasi energi untuk kekurangan gizi dan pasien katabolik, 35 sampai 40 kkal / kg berat badan ideal (BBI). Untuk pasien dengan infeksi lain seperti HIV, kebutuhan energi meningkat 20% sampai 30% untuk mempertahankan berat badan.

Protein

Protein sangat penting dalam mencegah pemborosan jaringan otot dan asupannya dari 15% kebutuhan energi atau 1,2 sampai 1,5 g / kg BBI, dianjurkan asupan protein sekitar 75 sampai 100 g per hari.

Vitamin dan Mineral

Suplemen multivitamin dan mineral yang menyediakan 50 – 150% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) sangat membantu, karena kebutuhan pasien tuberkulosis meningkat yang tidak mungkin dipenuhi dengan diet saja. Zat gizi seperti vitamin A, B, C dan E, seng, dan selenium biasanya tergolong kurang pada pasien TB. Ini sangat penting untuk integritas respons imun. Defisiensi vitamin D biasa terjadi pada pasien TB, yang terjadi karena asupan vitamin D kurang dan paparan sinar matahari yang terbatas.

Isoniazid adalah antagonis vitamin B6 (piridoksin) dan sering digunakan dalam pengobatan TB. 

Oleh karena itu, 25 mg suplementasi B6 direkomendasikan pada pasien TB. Penelitian telah mendokumentasikan peningkatan prevalensi anemia dengan pasien TB, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Anemia defisiensi besi  merupakan penyumbang terpenting dalam perkembangan anemia pada pasien TB. Bukti menunjukkan bahwa suplementasi zat besi mungkin berlebihan berbahaya bagi pasien TBC, dan penggunaan terapi zat besi tidak direkomendasikan secara universal.

Bahan Makanan yang Dianjurkan dan Tidak Dianjurkan

Terdapat beberapa bahan makanan yang dianjurkan dan dibatasi untuk pasien TB antara lain :
a) Tingkatkan asupan protein dengan mengonsumsi : daging tanpa lemak, telur, tempe, tahu, susu
b) Kebutuhan lemak cukup, dengan mengutamakan sumber lemak jenuh seperti :  alpukat, ikan, minyak nabati, kacang-kacangan, minyak zaitun. Hindari pengolahan makanan dengan digoreng karena dapat merangsang batuk.

c) Karbohidrat dibatasi jika terjadi sesak nafas, sumber karbohidrat yang dianjurkan meliputi : roti, gandumnasi, kentang.

d) Batasi konsumsi makanan terlalu manis : gula, sirup karena dapat merangsang batuk
e) Perbanyak konsumsi antioksidan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh seperti : Vitamin A (Wortel, Tomat, Labu kuning, Mangga), Asam Askorbat/ Vitamin C : Jeruk, kiwi, strawberry, jambu biji, Zat besi : Daging merah, bayam, brokol, Seng : seafood, bayam, brokoli, Vitamin D: Ikan, Kuning telur, Susu dan produk susu, Selenium: ikan, daging, seafood. 

f) Minuman yang dihindari : minuman berkafein (kopi, coklat, soda, minuman berenergi) berkarbonasi (soft drink); minuman kemasan.


Penulis: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo, S.Gz.,

Sumber :

    WHO W. Global Tuberculosis Report 2017. WHO; 2017.
    Kemenkes R. Tuberkulosis. Jakarta; 2018.
    Mahan L, Raymond J. KRAUSE’S FOOD & THE NUTRITION CARE PROCESS. 14th ed. Elsevier Inc.; 2017.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi