Penyuluhan 1000 HPK Di Desa Pelem Dan Sulursari Kecamatan Gabus.

 

Grobogan, Senin,13/12/2021. Mengatasi permasalahan stunting di wilayah Kabupaten Grobogan, oleh Puskesmas Gabus 1, dan Puskesmas Gabus 2 Sulursari yang memfasilitasi kegiatan penanganan stunting di tingkat kecamatan, yang diselenggarakan di Balai Desa Pelem, dan Balai Desa Sulur. Sasaran edukasi kali ini adalah ibu-ibu hamil, dan menyusui acara dimulai pukul 09.00 Wib sampai selesai.

Penjelasan terkait 1000 HPK( Hari Pertama Kehidupan) di hadiri oleh Puskesmas Gabus 1 Sukisno,S.Kep,Ns,MM, dan Puskesmas Gabus 2 bidan Herlina Susanti,AMD,Keb.Penyuluhan sudah dilakukan sebanyak 4 kali.

Dalam hal ini Sukisno,S.Kep,Ns,MM"Stunting dipengaruhi oleh masa kehamilan, dari usia 0 atau positif hamil sampai 1000 hari atau 2 tahun benar-benar harus diperhatikan betul karena di sebut gold periode atau masa emas tumbuh kembang, masa kehamilan juga di butuhkan omega 3 dimana dapat di peroleh melalui ikan karena sangat penting, juga diperlukan penimbangan untuk berat badan tinggi badan sesuai usianya.

Kebutuhan gizi harus terpenuhi tumbuh itu tinggi, kembang itu kecerdasan. Harus memperhatikan kesehatan anak. Dimana fungsi keluarga sangat berperan penuh untuk masa tumbuh kembang anak, selain itu lingkungan juga berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Diperhatikan juga gizi,imunisasi hepatitis setelah lahir untuk cegah anak terkena penyakit TBC.

Pemberian asi harus 6 bulan full dimana itu disebut asi eksklusif, mengingat perut si kecil belum bisa mencerna makanan dari luar, selain itu kandungan ASI ibu sangat penting untuk perkembangan otak anak, kalau posisi hamil dan menyusui porsi makan harus di tambah dalam artian tidak hanya di tambah nasi atau karbohidrat nya tetapi juga lauk, pauk,sayuran juga harus di tambah konsumsinya. 

Ibu-ibu harus mengingat pesan inti 1000 hari pertama kehidupan:

 Selama hamil, ibu harus makan makanan beraneka ragam seperti sumber karbohidrat nasi, roti gandum, kentang, ubi, singkong. Protein Hewani dan nabati seperti Ikan, daging, telur, ayam, tempe, tahu, kacang-kacangan. Sayuran seperti bayam, kangkung, wortel. Buah seperti pepaya, jeruk,apel, mangga.Vitamin C Pembentukan kolagen dan anti oksidan juga bermanfaat mendapatkan berat badan ideal saat kelahiran dan menurunkan resiko bayi lahir premature. Sumber Vitamin C diantaranya adalah buah-buahan dan sayuran segar. Asam Folat dan zat besi. Ibu hamil perlu menambah asupan asam folat dan zat besi, selama kehamilan untuk membantu mencegah kecacatan tabung syaraf. Kecacatan tabung syaraf dapat berakibat buruk pada tulang belakang dan tengkorak janin.  Zat besi bermanfaat menghasilkan cadangan darah. Sumber : asam folat terkandung dalam sayuran hijau dan kacang-kacangan. Zat besi terkandung di daging sapi dan bayam.Kalsium selain bermanfaat untuk pertumbuhan gigi janin dan sang ibu, kalsium juga dapat mengurangi resiko pre eklamsia dan untuk mempertahankan kepadatan tulang serta mencegah osteoporosis. Ibu Hamil membutuhkan minimal 1500 mg kalsium perhari. Sumber : tahu, sayuran berdaun hijau, salmon, susu, teri, rebung. Vitamin E sebanyak 15 mg setiap hari untuk membantu tubuh membentuk dan menggunakan sel darah merah dan juga otot. Sumber : gandum, kacang-kacangan, minyak sayur, bayam dan juga sereal. Vitamin B2 Kebutuhan B2 minimal 1,4 mg / hari untuk menjaga energinya, menjaga kesehatan kulit dan mata. Sumber : daging, produk olahan susu, telur, ikan. Kolin,pembentukan membran sel, sinyal sel-sel, penghantar impuls saraf. Sumber : hati sapi, daging ayam, ikan, kuning telur, kacang kedelai, gandum. Pemberian 450 mg/hari, selain itu Jangan lupa minum tablet tambah darah.

Ibu hamil minimal mendapatkan 90 tablet dan bermanfaat bila diminum secara teratur, setiap hari selama kehamilan, tablet tambah darah diminum dengan air putih dan jangan diminum dengan air teh, susu atau kopi karena dapat menurunkan penyerapan zat besi dalam tubuh dikarenakan kandungan tanin yang terdapat pada teh, dan kopi sehingga manfaat nya menjadi berkurang.Tablet tambah darah sebaiknya diminum setelah makan malam atau menjelang tidur, akan tetapi lebih baik bila setelah minum tablet tambah darah disertai makan buah-buahan seperti pisang.

Selain itu bayi yang baru lahir Inisiasi Menyusui Dini ( IMD) adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri ( tidak disodorkan ke puting susu ). IMD akan sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI ekslusif dan lama menyusui. Dengan demikian, bayi akan terpenuhi kebutuhannya hingga usia 2 tahun, dan mencegah anak kurang gizi. Setelah usia usia 6 bulan, bayi mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

IMD dapat menyelamatkan 22 % dari bayi yang meninggal sebelum usia satu bulan, dengan IMD selama 1 jam pertama kehidupan, maka bayi dapat langsung kontak kulit antara ibu dan bayinya dimana bayi akan merasa hangat, kehangatan saat menyusu menurunkan resiko kematian karena kedinginan, bayi mendapatkan kolostrum ( ASI pertama ), cairan berharga yang kaya akan antibodi ( zat kekebalan tubuh ).

Untuk ibu-ibu semua jangan lupa memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Manfaat ASI Eksklusif 6 bulan : Melindungi dari infeksi gastrointestinal (lambung). Bayi yang ASI eksklusif selama 6 bulan tingkat pertumbuhannya tidak sama dengan yang ASI eksklusif hanya 4 bulan. ASI Eksklusif 6 bulan ternyata tidak menyebabkan kekurangan zat besi.

Menimbang berat badan bayi secara rutin setiap bulan sangatlah penting . Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu. Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk membantu pertumbuhannya setiap bulan.

Ibu-ibu jangan lupa untuk imunisasi dasar wajib bagi bayi.

Ada 5 imunisasi dasar bagi bayi, tujuannya agar bayi terhindar dari penyakit dan kematian akibat terpapar virus atau bakteri.

A.Hepatitis B, Imunisasi pertama dapat diberikan 12 jam setelah bayi lahir atau pada bayi usia 0-7 hari. Dosis kedua pada saat anak berusia 1-2 bulan dan dosis selanjutnya saat berusia 6-18 bulan.

B.BCG, merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit TBC. Dilakukan sekali pada bayi dengan usia sebelum 3 bulan.

Polio, merupakan imunisasi untuk mencegah penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan. Imunisasi ini diberikan sebanyak 4x, yaitu saat bayi berusia 1-4 bulan.

C.DPT-HB, merupakan imunisasi untuk menegah penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus. Dilakukan saat bayinya usia 2,3, dan 4 bulan.

D.Campak, merupakan imunisasi yang bertujuan menegah penyakit campak. nya sekali saja yaitu pada saat anak berusia 9 bulan".

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait 1000 hari pertama kehidupan (HPK) kepada para peserta yang hadir dalam acara penyuluhan ini.

Dijelaskan oleh Herlina bahwa stunting mengakibatkan penurunan kualitas kesehatan dan intelegensi yang sulit diperbaiki jika anak sudah melewati usia dua tahun.

“Untuk itu, salah satu kunci dari pencegahan stunting adalah memantau berat dan tinggi badan anak serta memenuhi kebutuhan gizi dalam masa 1000 hari pertama kehidupan mereka,” sebutnya.

Sementara itu edukasi Pengasuhan 1000 HPK juga dilakukan di balai Desa Sulursari yang laksanakan oleh Puskesmas Gabus 1 Niken Kurniasi, dan Tri Lestari Puskesmas Gabus 2 . Kegiatan edukasi ini sendiri dihadiri oleh ibu hamil, bidan desa, kader desa dan PLKB/PKB.

Tri Lestari dalam pemberian penyuluhan berharap "Untuk kegiatan edukasi 1000 HPK ini diharapkan dapat di ikuti dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada ibu hamil tentang stunting, serta pentingnya 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran). Ditegaskan oleh Tri Larasati, bahwasannya ibu hamil sebagai pembentuk generasi penerus bangsa yang tentunya harus sehat dan bebas stunting.

“Para ibu diharapkan dapat memperhatikan gizi selama kehamilan dan gizi pada balita, serta selalu memantau tumbuh kembang balita,” ujarnya.

Pencegahan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan. Pengertian stunting, faktor penyebab dan dampaknya. Dijelaskan pula tiga faktor penyebab stunting, yaitu infeksi, nutrisi dan lingkungan. Adapun tiga fase 1000 HPK yaitu ketika dalam kandungan, bayi lahir hingga 6 bulan, dan 6 bulan hingga 2 tahun. “Ibu hamil juga harus menjalankan pola hidup sehat serta dukungan asupan makanan yang bergizi dan seimbang merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh ibu hamil,” pungkasnya.

Sesuai usia makan usia 6-8 bulan saring halus, kebutuhan untuk anak juga akan tambah , usia 6-8 bubur saring, usia 8-9 bubur tim setengah mangkuk kecil, tetap sama 4 bintang kalau sudah usia 1 tahun sudah makanan biasa tidak pedas, pahit, asin. Jangan menggunakan makanan instan, usahakan untuk menu 4 bintang. 1000 HPK anak harus terpenuhi juga harus terpenuhi, setiap bulan itu kita harus memantau tumbuh kembang anak. 

Semua anak harus mendapatkan pola asuh yang benar. Anak 3 tahun kalau bisa di taruh di paud supaya bisa belajar hal yang baru, rasa kasih sayang untuk anak harus dipenuhi karena bila bertengkar di depan anak akan berpengaruh untuk mental anak. Dimasa gold periode ini anak akan menirukan hal apa yang dia lihat entah itu di lingkungan keluarga ataupun masyarakat.

Jangan membandingkan anak, jangan dibully, anak punya potensi yang berbeda-beda dukung anak ke hobinya yang positif supaya pertumbuhan dan perkembangan anak terpenuhi.

Pertumbuhan dipantau menggunakan KMS kalau ada posyandu harus datang itu penting untuk memantau tumbuh kembang anak di cek garisnya harus di pastikan di atas garis hijau jangan sampai di garis merah bawah.

Bayi Usia 0-1 Tahun

Ketika berusia 0-1 tahun, pertumbuhan fisik anak atau tumbuh kembangnya cenderung cepat. Memasuki bulan-bulan tertentu, ibu - ibu pun sangat mungkin dibuat makin takjub dengan kecepatan tumbuh kembang motoriknya. Hanya saja, dari kognitif dan psikologisnya, ibu masih sulit untuk melihat jelas tumbuh kembangnya. Asupan nutrisi menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang bayi di usia 0-1 tahun. 

Melihat perkembangan buah hati dari waktu ke waktu menjadi momen berharga bagi orang tua. Perkembangan fase atau pertumbuhan fisik anak idealnya sesuai dengan pertambahan usianya. Memperhatikan pertumbuhan buah hati secara berkala/teratur membuat ibu-ibu lebih mudah menyadari tahapan perkembangan anak, terutama pada masa periode emasnya. Hal ini juga bisa membantu ibu menentukan stimulasi tepat untuk optimalkan tumbuh kembang anak.

Langkah awal yang bisa ibu lakukan adalah mengetahui apa saja pencapaian yang umumnya dicapai buah hati pada usia tertentu. Perkembangan yang sebaiknya ibu perhatikan tak lain mulai dari perkembangan fisik, motorik halus dan motorik kasar, verbal, dan sosialisasi.

Penulis :Yohanes Wisnu Bayu Prayogo, S.Gz

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi