Pentingnya Memberikan ASI(Air Susu Ibu) pada Bayi, dan Zat Gizi Bayi
Halo semuanya saya Bayu, mahasiswa gizi dari Sekolah Tinggi Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Saya ingi berbagi ilmu pengetahuan terkait kesehatan, dan gizi kepada teman-teman, supaya pengetahuan teman-teman terkait kesehatan dan gizi juga bertambah. Teman-teman saya mau berbagi ilmu kesehatan nih terkait ASI(Air Susu Ibu), dan zat gizi bayi. Yuk langsung saja, jadi ASI merupakan makanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh kembang optimal. Dalam pemberian ASI eksklusif dimulai kurang dari 1 jam IMD( Inisiasi Menyusui Dini) setelah lahir sampai umur 6 bulan teman-teman. Nah untuk ibu-ibu yang masih menyusui penting banget nih untuk menilai kecukupannya dengan cara menilai pertumbuhan atau kenaikan berat badan bayi.
Bayi yang memperoleh ASI dengan cukup, maka semua kebutuhan air, dan zat gizi akan terpenuhi. Setelah umur 6 bulan, harus dimulai pemberian MP ASI, dan ASI tetap diberikan sampai umur 2 tahun atau lebih. Dikarenakan setelah umur 6 bulan dengan memberikan ASI saja tidak mencukupi kebutuhan bayi akan energi, protein, dan mikronutrien. Ibu tahu tidak pada dua tahun pertama bayi sangat rentan terhadap masalah gizi loh. Selain itu ASI merupakan investasi yang murah, dan efektif di samping makanan pendamping asi (MP ASI).
Bunda tahu tidak apa sih manfaat ASI untuk bayi, jadi air susu ibu mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi yang sedang tumbuh kembang. ASI mudah dicerna, di serap dan digunakan secara efisien oleh tubuh bayi. ASI melindungi bayi dari kejadian infeksi, selain itu dengan memberikan ASI akan diperoleh interaksi Psikologi antara bayi, dan ibu. ASI yang diproduksi selama beberapa hari pertma setelah persalinan, berupa cairan bening dan berwarna kuning, yang di kenal sebagai Kolostrum. Kolostrum kaya akan antibodi, sel darah putih, dan Vitamin A. Selanjutnya akan menjadi ASI transisi( Sampai hari ke 10), dan akan menjadi ASI matur (setelah 10- 14 hari). Pada saat menyusui, foremilk atau biasa dikenal sebagai susu matur awal mengandung lebih banyak protein dan karbohidrat (laktosa), sedangkan hindmilk susu akhir mengandung lebih banyak lemak.
Bunda tahu tidak bahwa protein yang terdapat pada ASI terbagi menjadi 2 yaitu berupa kasein sekitar 40%, dan whey sekitar 60%. Perbedaan dari keduanya adalah whey mudah sekali larut dalam air, sedangkan kasein tidak mudah larut dalam air. Protein whey melindungi bayi dari kejadian infeksi dikarenakan mengandung faktor anti infeksi, seperti laktoferin yang mengikat zat besi dan mencegah pertumbuhan bakteri yang membutuhkan zat besi. IgA atau dikenal sebagai antibodi imunoglobulin melindungi saluran cerna bayi dari infeksi dan enzim lisozim dapat merusak membran sel-bakteri ya bunda.
Selain protein terdapat karbohidrat, laktosa merupakan karbohidrat ASI yang memberikan 42% total energi pada ASI, dimana zat gizi ini merupakan komponen utama. Bunda harus tahu kalau laktosa dalam ASI tidak banyak bervariasi antara ibu-ibu yang menyusui,bila di bandingkan dengan susu sapi kandungan laktosa dalam ASI lebih banyak. Dimana laktosa dipecah menjadi 2 yaitu glukosa dan galaktosa yang pening untuk otak. Disamping merupakan sumber energi yang mudah dicerna , sebagian akan di ubah menjadi asam laktat yang membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan membantu dalam penyerapan kalsium dan mineral lainnya.
Air susu ibu juga mengandung vitamin, dimana vitamin yang terkandung dalam ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi, tetapi setelah usia 6 bulan beberapa vitamin tidak lagi mencukupi kebutuhannya seperti vitamin niacin, vitamin B2, dan vitamin D. Selain itu Vitamin A yang terdapat pada ASI lebih banyak dibandingkan dengan susu sapi, tetapi lebih sedikit dari susu formula bayi, terutama kolostrum kaya akan vitamin A yaitu per 100 gramnya terdapat 5 mcg vitamin A. Walaupun ASI merupakan makanan paling baik untuk bayi tetapi, bunda juga harus memberikan suplemen vitamin K untuk mencegah defisiensi. Kebanyakan bayi yang baru lahir akan mengalami defisiensi vitamin K dikarenakan produksi vitamin K di usus sangat rendah saat lahir. Selain vitamin K terdapat vitamin D pada ASI berkisaran 0.33- 0.88 / 100 mL, sedangkan AKG(Angka Kecukupan Gizi) untuk usia 0-6 bulan sekitar 5ug sehingga diperlukan kecukupan vitamin sebesar 200 SI. Sebenarnya bunda dapat mencukupi kebutuhan vitamin D dengan paparan sinar matahari.
Dalam menilai kecukupan pemberian ASI, ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan pegangan oleh bunda nih seperti, Sesudah menyusui bayi tampak puas, dapat tidur nyenyak, dan selambat-lambatnya setelah pada hari ke 14 setelah lahir, BB lahir tercapai kembali.Bayi akan mengalami kenaikan berat badan sebesar 25-30 gram/hari(750- 900 gram/ bulan) selama 3 bulan pertama. Bayi mengeluarkan air seni banyak dan jernih, tidak berbau tajam, 6-8 kali dalam 24 jam .
Bayu juga mau mengingatkan kepada Bunda bahwa memberikan ASI pada bayi itu wajib, dan terdapat pada UU RI no 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 128, dan 200. Dimana bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis. Selama pemberian ASI keluarga, pemerintah, masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan menyediakan waktu, dan fasilitas khusus. Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja, dan tempat sarana umum. Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian ASI eksklusif sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.
Semoga ilmu yang saya bagikan kepada teman-teman bisa berguna, dan bisa menambah wawasan teman-teman. Bila suka dengan bloger saya boleh di Share. Terimakasih
Penulis
(Bayu,97)

Komentar