Belajar Arti Kehidupan dari Bunga Mawar

                   Belajar Arti Kehidupan dari Bunga Mawar 


Bunga mawar merupakan bunga yang cantik dipandang, warna merah dari bunga mawar memanjakan mata, walaupun cantik dan meanjakan mata bunga mawar tak bisa dipegang karena puluhan duri tumbuh ditangkainya, seperti prajurit melindungi sang ratu.

Bunga mawar dilambangkan sebagai lambang cinta, sebagai ciptaan Tuhan alangkah baiknya bila kita hidup di dunia ini, belajar dari bunga mawar merah. Bunga mawar yang begitu cantik dan enak dipandang dan mempunyai duri, duri bunga mawar baginya untuk melindungi diri bukan untuk melukai. Sejatinya kita hidup di dunia ini harus berani, dan tegas, untuk menjadi pribadi yang baik, berani dan tegas itu penting selain itu keberanian dan ketegasaan juga untuk melindungi diri kita sendiri dan orang yang kita sayangi, seperti melindungi dirinya,melindungi hatinya, dan melindungi harga dirinya, supaya kita hidup di dunia ini bisa menjadi duri mawar yang berarti.

Bunga mawar yang cantik, selalu dicari banyak orang, dalam hidup di dunia ini kita menjadi manusia harus menjadi diri sendiri yang mempunyai kepribadian yang baik, bila kepribadian kita baik maka orang-orang akan suka padamu dan akan mencarimu, keistimewaan lah yang membuat diri kita berbeda dari yang lain.

Perkarangan rumah,kebun, menjadi indah karena dihiasi oleh warna merah yang memikat hati. Dalam Kehidupan yang kita jalani menuntun kita harus menjadi sosok pribadi yang baik,ramah, sukses, dan cerdas, tetapi tidak lupa dengan sekitarnya, sesuatu yang indah dan cantik akan dicari banyak orang. Keberhasilan,kelebihan,dan keistimewaan yang kita miliki harus bermanfaat untuk orang-orang di sekitar kita, dari situlah semua itu menjadi berharga seperti warna bunga mawar.

Bunga mawar, penanda rasa cinta dan kasih sayang, kita hidup di dunia ini harus saling mencintai dan menyayangi satu sama lain. Seperti halnya dalam hidup, kita mau dikenal sebagai pribadi  seperti apa,(pembawa senang, pembawa resah, atau pemicu sedih). Jika kita ingin terlihat seperti bunga mawar kita harus terlihat baik, bukan baik sandiwara tetapi kebaikan yang tulus dari hati, maka rasa cinta dan rasa sayang kepada sesama bisa kita rasakan,

Ditanam dimanapun, bunga mawar akan tetap telihat indah, dalam hidup  kita harus menjadi orang yang dimanapun kita berada tetap membuat orang lain merasakan kenyamanan, dan ketenangan, dalam kehidupan kita harus memegang erat-erat komitmen dan kepercayaan untuk menjadi orang yang baik dimanapun kita berada.

Gugur atau kematian tidak memandang keindahan ataupun kecantikan, seperti bunga mawar yang layu dan akhirnya mati. Sebagai manusia kita harus ingat bahwa secantik apapun kamu, dan serupawan apapun dirimu, itu bukanlah kekal, waktu yang terus berjalan akan membuatmu berkeriput, menjadi tua, dan akhirnya meninggal. Ibarat kita hidup didunia ini itu mampir minum hanya sebentar saja tidak akan abadi, hingga suatu saat akan terkubur dan tidak akan ada yang bisa melihat fisikmu lagi.

Kita hidup di dunia ini, selalu dihadapkan dengan berbagai macam liku-liku kehidupan, keras, sulit, berat dalam kehidupan kita temui dan kita lalui. Bunga mawar mengajarkan kita bahwa kita sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna, kita harus bisa menjadi pelindung alam, dan menjadi sahabat alam, alam itu hidup, seringkali kita diperingatkan oleh alam akan perbuatan kita yang tidak terpuji dan mengedepankan ego kita, dan tanpa kita sadari kita sudah merusak alam dan seisinya, bunga mawar mengambarkan hidup itu harus guyup, rukun, menyayangi,mencintai, dan andap asor. 

Sesama ciptaan Tuhan kita harus saling peduli, saling menolong, saling mengerti, saling memaafkan, saling melindungi, buknnya saling memojokan, saling menuduh,dan saling menjatuhkan. Tidakkah kita sadar bahwa alam sering mengingatkan kita atas perbuatan yang kita lakukan demi kesenangan diri sendiri, dan tidak memikirkan sesama ciptaan Tuhan, dalam cerita wayang eyang Semar mengingatkan kita bahwa hidup itu harus ingat (elleng) dan waspada, kita harus ingat siapa diri kita ini, dan tanggung jawab kita sebagai manusia, dan harus waspada karena maut, ajal, dan lainnya bisa datang kapan saja dan kita harus tetap memohon pengampunan dan perlindungan dari sang pencipta.

Penulis: Yohanes Wisnu Bayu Prayogo



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudut Pandang Ahli Gizi, Terkait MBG

Kenapa Trigliserida Bisa Tinggi Padahal Gula Darah, Kolesterol, dan Asam Urat Normal?

Robusta dan Arabica Kopi