ALAM ADALAH SAHABAT SEJATI MANUSIA
ALAM ADALAH SAHABAT
SEJATI MANUSIA
Alam menyediakan apa yang kita butuhkan untuk
kelangsungan hidup. Berbagai macam keindahannya membuat mata kita merasakan
kesegaran duniawi. Flora dan fauna yang hidup di alam membuat ekosistem menjadi
seimbang, kesuburan tanahnya membuat manusia bisa bertahan hidup. ALam itu
baik, alam memberikan semua yang
dimilikinya untuk kehidupan manusia. Alam tidak pernah berharap balas budi dari
manusia, hebusan nafas yang bebas dengan kesejukan, alam memberikan dengan cuma-cuma
untuk manusia. Alam mempersembahkan keindahan, ketenangan dengan kicauan burung,
dan gremicik air yang menenangkan jiwa dan pikiran kita .
Kalifah Fila Ardi julukan dari alam untuk manusia.
Alam dan manusia memiliki hubungan yang erat, seperti sepasang kekasih, alam
sangatlah penting untuk manusia. Tahun telah berganti, alam menjadi kekasih
yang tidak dianggap, dimana kebaikan dan ketulusan alam ke manusia dibalas
dengan manusia bermuka dua. Ego dan
ambisi membuat manusia ingin menguasai alam untuk kepentingan sendiri. Andai
saja alam dapat berbicara kepada semua manusia,
mungkin saya manusia pertama yang akan menjadi teman untuk mencurahkan
isi hatinya, dengan keluh kesahnya.
Tuhan memberikan pikiran dan hati untuk menjaga sesama mahkluk ciptaan Yang Maha Esa, untuk saling menghormati, dan menjaga perasaan
satu sama lai . Saya sedih, saya marah, saya kecewa, dan saya tidak habis pikir
kenapa manusia tega melakukan perbuatan
seperti itu yang membuat alam menangis karena tersakiti setiap hari.
Tidakkah kita merasa alam selalu baik kepada
manusia, tetapi kenapa manusia selalu menyakiti alam dengan penebangan liar, pembakaran hutan,
pengeboman tebing, pengerukan tanah, bahkan mempunahkan mascot-maskot alam yang
canti, unik, dan lucu. Manusia sudah kehilangan akal baik dan hati nurani,
karena kepuasaan sesaat membuat manusia menjadi bermuka dua, dan menjadi
sengkuni.
Matahari lelah dan mulai tertidur, bulan mulai
terbangun, malam menyambut alam dengan sukacita dan manusia mulai memejamkan
mata. Mimpi menghampiri saya, seketika alam menyapa dan berkata kemarilah wahai
manusia saya akan memperkenalkan mu dengan sahabat-sahabat saya yang tulus menemani saya disaat senang
maupun sedih. Bisakah kamu lihat didepan sana berwarna hijau dan batang
berwarna coklat itulah pohon, dia iklas menyerap karbonmonooksida dan
mengantikannya dengan oksigen untuk
bernafas manusia, dia juga rela mengorbankan tubuhnya untuk dijadikan tempat
tinggal manusia, dan banyak dari manusia yang memakan hasil dari tubuhnya. Lihatlah diujung, dia sahabat yang selalu menghibur hari-hari saya dengan
hembusan angin. Aku memangilnya laut, dia sangat baik kepada manusia, tidakkah
manusia menyadari sahabat saya rela memberikan isi tubuhnya untuk memenuhi
kebutuhan protein, dan dia juga rela memberikan isi tubuhnya untuk menjadi
hiasan diaquarium. Tetapi kenapa manusia membalasnya dengan membuang bahan
kimia yang bisa merusak isi tubuhnya, sesekali dia melakukan balas dendam
kepada manusia dengan menghanyutkan manusia, supaya manusia bisa merasakan
sakit hati yang dirasakannya. Saya akan memperkenlakna sahabat sata yang
lainnya perkenalkan dia adalah sahabat setia, dia tidak pernah mengingkari
janjinya, saya memanggilnya gunung berapi, dia juga menjadi pelindung disaat
manusia membuatku menangis dan menyakiti saya, disaat manusia menyakiti saya
tanpa ampun gununglah yang akan membalaskan rasa sakit yang saya rasakan,
dengan mengeluarkan racun yang ada didalam asap,serta api yang meleleh. Lihatlah dibawah sana nampak luas, dan
menjadi pijakan manusia untuk hidup, saya memanggilnya tanah, dia sahabat saya
paling ramah dan selalu memaafkan. Dia selalu baik kepada manusia dan dia juga
rela untuk dijadikan pijakan kaki manusia dan mendirikan tempat tinggal
manusia, tetapi apa yang manusia perbuat justru manusia malah menghianatinya
dan tidak pernah mempedulikannya. Manusia tanpa belas kasih selalu melubagi
tubuhnya tanpa ampun dan dengan keserakahan manusia, tetapi lihatlah dia tetap
memaafkan perbuatan manusia yang tidak adil kepadanya dan dia menjadi rumah
peristirahatan terakhir manusia yang menemui ajalnya, dia lakukan dengan senang
hati dan tanpa rasa sakit hati sedikitpun, dia tetap menerima manusia.
Alam berkata kepada saya, suatu saat dimana manusia
menjadi serakah dan bahkan rela mengakhiri hidup sesamanya karena kekuasaan,
dan ego yang tinggi, dan disitulah kami akan membuat kejadian diluar nalar
manusia, bila manusia tidak mau mengutamakan cinta,kasih,dan kepedulian.
Manusia harus belajar kesetiaan ,dan arti persahabatan dari kami, karena
kamilah yang mencukupi dan memberikan manusia kebutuhan hidup yang tidak
terbatas. Bila manusia bisa memperbaiki hubungan baik dengan kami tanpa bermuka
dua dan dengan sesamanya, maka kamipun juga akan menyayangi manusia dan melindungi
manusia dari sakit diluar nalar manusia, dan tidak ada lagi manusia yang celaka
karena keegoisan. Kami akan selalu sabar menunggu, walaupun kami akan
memberikan pelajaran diluar nalar manusia, bila manusia sudah baik kembali dan
tidak menjadi monster maka kami akan menyebut manusia sebagai Khalifal fil ardh
kembali.
*Bersahabatlah dengan alam maka alam akan bersahabat
dengan mu, janganlah menyakitinya dan membuatnya marah alam itu hidup*
Penulis: Yohanes Wisnu
Bayu Prayogo

Komentar