Mengenal Kurang Energi Kronis Pada Ibu Hamil
Masa-masa kehamilan merupakan masa dimana seorang wanita berhenti menstruasi dalam kurun waktu hingga proses persalinan usai, dimana kehamilan berlangsung normal selama 9 bulan, atau 40 minggu. Kehamilan merupakan masa yang sangat penting dimana terjadi peningkatan akan kebutuhan gizi, baik kebutuhan gizi makro, dan mikro yang diperlukan untuk perkembangan janin.
Disaat masa kehamilan kebanyakan ibu hamil akan mengalami muntah, mual, dan tidak mau makan, masa ini sangat -sangat berbahaya dikarenakan ibu hamil akan mengalami kondisi kurang energi kronis, dan itu perlu dicegah selama kehamilan karena berdampak negatif bagi ibu,dan bayi yang ada di kandungannya.
Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi yang disebabkan kurangnya asupan energi, dan protein dalam jangka waktu yang sangat lama. kekurangan energi dalam waktu yang lama kaan mengakibatkan ketidak cukupan energi ditandai dengan penurunan berat badan, sehingga akan menimbulkan masalah kesehatan bagi wanita usia subur (WUS), dan ibu hamil.
Dalam masa kehamilan wajib kontrol ke puskesmas untuk memantau perkembangan dimasa kehamilan, kekurangan asupan energi secara kronis dapat diukur dengan lingkar lengan atas (LiLa), apa bila lengan ibu hamil saat diukur kurang dari 23,5 cm, atau penambahan berat badan kurang dari 9 kg selama kehamilan maka dapat dikatakan sebagai KEK. Usia kehamilan juga perlu di perhatikan untuk kecukupan gizinya sesuai dengan trismsternya dimana trismster pertama yaitu 1 sampai 13 minggu( bulan ke 1 sampai 3), trismster ke dua 14-26 minggu( bulan ke 4 sampai 6 ), dan trismster ke tiga 27 minggu sampai 40 minggu (bulan ke 7 sampai ke 9).
Selain itu tingkat pendidikan juga mempengaruihi, dimana hasil penelitian ibu hamil dengan KEK berdasarkan tingkat pendidikan menunjukan bahwa mayoritas berpendidikan dasar. Hal ini dikarenakan makin tingkat pendidikan seorang, maka makin muda untuk menerima informasi yang diberikan sehingga makin banyak juga pengetahuan yang dimiliki mengenai asupan gizi selama hamil. Pengetahuan akan mempengaruhi seorang ibu dalam hal mengambil keputusan, dan juga akan berpengaruh pada prilakunya.
Anemia yang diidap ibu hamil juga dipengaruhi adanya asupan makan yang mengandung zat besi yang rendah sehingga akan mengakibatkan hadar hemoglobulin (HB) ibu hamil rendah, dimana akan beresiko jika kadar HB kurang dari 11 gr%. Dalam hal ini ketidak cukupan asupan zat gizi merupakan salah satu faktor yang berperan pentingnya dalam terjadinya bentuk kekurangan gizi seperti KEK.Kebutuhan makanan bagi ibu hamil lebih banyak dari pada kebutuhan wanita yang tidak hamil baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal tersebut disebabkan karena adanya penyesuaian dari perbedaan fisiologi selama kehamilan. Ketidakcukupan asupan juga meliputi adanya malabsorbsi sehingga meskipun sudah mengasup dengan jumlah yang cukup namun yang diserap oleh tubuh belum mencukupi kebutuhan.
Langkah penanganan KEK pada ibu hamil adalah:
1.Menganjurkan kepada ibu untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang berpedoman umum gizi seimbang.2.Hidup sehat dengan melakukan pengaturan diet yang benar, dan teratur selama kehamilan.
3.Istirahat yang cukup selama kehamilan.
4.Diberi penyuluhan terkait gizi seimbang yang diperlukan oleh ibu hamil dengan bahasa yang dimengerti.
5.Peningkatan variasi, dan jumlah makanan.
6.Mengurangi beban kerja pada ibu hamil.
7.Konsumsi vitamin B kompleks dan tablet zat besi (Fe) selama kehamilan.
8.Melakukan pemeriksaan rutin 1 bulan sekali dan ANC terpadu (Pelayanan antenatal komprehensif, dan berkualitas yang diberikan kepada ibu hamil dengan tujuan kehamilan yang sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat).
Komentar